Pemerintah Kota Semarang menggelar Konferensi Bunda PAUD 2025 sebagai momentum strategis penyampaian program kerja dan peluncuran Web Bunda PAUD Kota Semarang yang menjadi inovasi baru layanan digital, berlangsung di Hotel Grasia Semarang, Selasa (21/10) pagi.
Kegiatan ini menjadi langkah baru penguatan koordinasi dan sinergi antarwilayah dalam membangun layanan pendidikan anak usia dini yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, hadir membuka dan memimpin langsung jalannya konferensi yang diikuti oleh 200 peserta terdiri dari Bunda PAUD kecamatan, kelurahan, serta mitra PAUD.
“Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena pagi ini kita bisa berkumpul dalam semangat yang sama, semangat menyiapkan masa depan,” ujar Agustina Wilujeng, mengawali sambutannya.
Ia menegaskan pula, pendidikan anak usia dini merupakan pondasi emas pembentukan karakter bangsa.
Dari tangan para Bunda PAUD-lah, kata Agustina, tumbuh nilai-nilai rasa ingin tahu, empati, dan kemandirian yang menjadi dasar generasi masa depan.
“PAUD bukan hanya mengenalkan angka dan huruf, tapi menanamkan nilai: keberanian, kasih sayang, dan kejujuran. Melalui konferensi ini, saya ingin kita semua merenungi bahwa setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang menyenangkan dan penuh cinta,” tutur Wali Kota Semarang.
Dalam kesempatan itu, Agustina juga meluncurkan website Bunda PAUD Kota Semarang di alamat (https://bundapaud.semarangkota.go.id)
Platform digital tersebut dihadirkan untuk memperkuat kolaborasi antarlembaga, menjadi wadah praktik baik, serta pusat pembelajaran daring seluruh kader Bunda PAUD di tingkat kecamatan dan kelurahan.
Peluncuran web baru ini diharapkan menjadi pusat kolaborasi digital bagi seluruh Bunda PAUD di Kota Semarang dan Jawa Tengah, membuka ruang komunikasi lintas wilayah lebih efektif dan berkesinambungan.
Selain peluncuran web, kegiatan juga diisi penyerahan Alat Permainan Edukatif (APE) dan seragam kepada Bunda PAUD kecamatan dan kelurahan sebagai bentuk dukungan nyata Pemerintah Kota Semarang terhadap peningkatan mutu layanan pendidikan anak usia dini.
“Yang paling penting dari semua ini adalah komitmen untuk terus belajar, saling menguatkan, dan menghadirkan PAUD yang benar-benar menyenangkan bagi anak-anak,” ujar Agustina Wilujeng menambahkan.
Ia menekankan, masa depan Kota Semarang tidak hanya dibangun dengan infrastruktur, tetapi juga dengan karakter dan kasih sayang.
“Bicarakan, bagikan, dan bawa pulang ide PAUD terbaik yang bisa diterapkan di wilayah masing-masing. Setiap senyum anak adalah bukti keberhasilan kita,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bambang Pramusinto, menjelaskan bahwa kegiatan merupakan upaya memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kerja sama antara Bunda PAUD Kota dengan Bunda PAUD Kecamatan dan Kelurahan.
“Meningkatkan kualitas layanan PAUD yang bermutu sekaligus memperkuat peran Bunda PAUD sebagai penggerak advokasi program prioritas menjadi tujuan utama konferensi ini,” kata Bambang Pramusinto.
Ia menambahkan, selain penyampaian program kerja dan peluncuran web, konferensi juga menghadirkan sesi pleno serta diskusi kelompok.
Dalam forum tersebut, para peserta saling berbagi praktik baik dan menyusun rekomendasi bersama agar layanan PAUD di Kota Semarang semakin terintegrasi dan berdaya guna.
Kegiatan ini melibatkan 16 Bunda PAUD kecamatan dan 177 Bunda PAUD kelurahan dari seluruh penjuru Kota Semarang.
Sebanyak tujuh mitra PAUD turut mendukung acara yang berlangsung penuh antusias tersebut.
Menurut Bambang, kehadiran platform digital menjadi langkah penting menuju sistem layanan PAUD yang lebih efisien dan terbuka.
Dengan teknologi, komunikasi antara para penggerak PAUD akan lebih cepat, efektif, dan berdampak luas hingga ke masyarakat.
Dijelaskan pula bahwa agenda ini sejalan dengan kebijakan prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam memperluas akses pendidikan anak usia dini yang setara dan berkualitas di seluruh kabupaten/kota.
Dukungan dari Jawa Tengah terhadap pedoman PAUD menjadi katalis, mempercepat dalam membangun ekosistem belajar anak yang berkarakter.
Selain itu, Sub Koordinator Penilaian Kurikulum PAUD dan PNF, Rifki Nugroho, menyebut bahwa konferensi diarahkan untuk mengejar target Program Kerja Bunda PAUD 2025-2030 yang terintegrasi dengan visi Generasi Emas 2045.
“Fokus pembahasan meliputi penyusunan program kerja di tingkat kecamatan dan kelurahan, pemahaman PAUD berkualitas, dan penerapan PAUD Holistik Integratif (HI),” ujar Rifki Nugroho disela acara kepada kabarku.net.
Menurutnya, pelaksanaan konferensi menjadi ruang belajar bersama dalam memahami peran gugus PAUD HI dan memperkuat pelibatan unsur masyarakat.
“Bunda PAUD harus mampu menjadi agen perubahan. Mereka tidak hanya melaksanakan program, tetapi juga menggerakkan partisipasi warga agar pendidikan anak usia dini benar-benar dirasakan manfaatnya,” jelas Rifki.
Ia juga menjelaskan bahwa pelibatan masyarakat dalam penyusunan, pelaksanaan program kerja menjadi salah satu strategi utama meningkatkan kualitas layanan PAUD Semarang secara khusus dan Jawa Tengah secara berkelanjutan.
Pesan khusus dari Wali Kota Semarang, kata Rifki, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan tenaga pendidik dalam mempercepat pembentukan karakter anak.
“Pesan Ibu Wali tadi sangat jelas, Bunda PAUD harus segera melaksanakan program pendampingan anak untuk mempercepat pembentukan karakter agar anak bisa menjadi mandiri,” terang Rifki Nugroho.
Konferensi Bunda PAUD 2025 pun diakhiri dengan sesi penyampaian rekomendasi program lintas wilayah, penandatanganan komitmen digitalisasi layanan PAUD, serta foto bersama.
Dengan semangat kolaborasi yang terbangun, diharapkan hasil konferensi Bunda PAUD sebagai tonggak penting bagi penguatan pendidikan anak usia dini Kota Semarang hingga seluruh wilayah Jawa Tengah.
“Setiap langkah kecil yang dilakukan Bunda PAUD dengan cinta akan menumbuhkan perubahan besar. Mari terus menyalakan cahaya pengetahuan untuk anak-anak kita,” pungkas Agustina Wilujeng Pramestuti saat menutup sambutannya.
