Pemerintah Kota Semarang kembali menggelar forum Ngopi Bareng (Ngobrol Penting Bersama Stakeholder Pendidikan Kota Semarang), Jumat (19/9).
Acara ini dipimpin langsung Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, dengan menghadirkan berbagai stakeholder pendidikan mulai dari lembaga, tokoh masyarakat, hingga komunitas yang peduli pada kemajuan pendidikan.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang selaku penyelenggara menegaskan kegiatan Ngopi Bareng Disdik sebagai ruang diskusi yang diadakan berkelanjutan, merumuskan solusi berbagai persoalan pendidikan.
Tema utama Ngopi Bareng adalah pendidikan inklusi berkualitas dengan dukungan sistem yang berkelanjutan.
Menurut Wali Kota Agustina, pendidikan inklusi memberikan ruang bagi setiap anak untuk mengembangkan karakter dan kompetensi sesuai minat dan bakatnya.
“Anak-anak perlu diperlakukan secara istimewa. Misalnya ada yang menyukai olahraga tinju atau musik piano, maka perlu difasilitasi melalui festival maupun event kompetensi. Itu bagian dari membangun karakter sekaligus kesempatan bagi mereka,” ujar Agustina.
Ia menambahkan, ruang-ruang positif sangat penting untuk generasi muda.
Ia mencontohkan kegiatan Pekan Olahraga Mahasiswa yang mampu membuka peluang anak-anak menjadi duta di sekolah maupun perguruan tinggi di Kota Semarang.
Disdik Matangkan Kebijakan Pendidikan Inklusi
Kepala Disdik Kota Semarang, Bambang Pramusinto, menegaskan bahwa pihaknya tengah menyiapkan berbagai kebijakan terkait pendidikan inklusi.
Menurutnya, aturan bersifat dinamis dan harus menyesuaikan kebutuhan masyarakat.
“Harapan kami, Ngopi Bareng menjadi wadah kajian untuk menyerap masukan masyarakat agar kebijakan pendidikan inklusi lebih ideal di masa depan,” ungkap Bambang.
Saat ini, Pemkot Semarang baru memiliki satu Sekolah Luar Biasa (SLB) yang dikelola langsung pemerintah, yakni SLB Negeri Semarang (eSeLBeNeSemar).
Karena itu, melalui forum Disdik tersebut ingin menggali pandangan publik mengenai pelayanan pendidikan inklusi agar lebih merata sesuai kebutuhan warga.
Komitmen Pemkot Semarang
Wali Kota menegaskan, hasil diskusi Ngopi Bareng akan menjadi bahan dalam merancang program pendidikan 2026 mendatang.
“Kehadiran tokoh pendidikan hari ini menjadi referensi bagi Pemkot meramu program baru yang lebih inklusif,” tegas Agustina.
Dengan adanya forum Ngopi Bareng, Pemkot Semarang berharap pendidikan inklusi tak hanya wacana, melainkan gerakan bersama didukung oleh semua elemen, demi mewujudkan sistem pendidikan yang adil, berkualitas, mampu menjawab kebutuhan generasi muda.
Sumber: kabarku.net
